Menteri Ara Berikan Ultimatums: Selesaikan Masalah Meikarta dalam 3 Bulan

BeritaTerkini.CO.ID, JAKARTA - Menteri Perumahan dan Kawasan Pemukiman Maruarar Sirait atau biasa dikenal dengan nama Ara memberikan ultimat kepada para developer untuk menuntaskan permasalahan konsumen di proyek apartemen Meikarta dalam kurun waktu tiga bulan. Dia telah menetapkan batas akhir penyelesaian hingga tanggal 23 Juli 2025.

"Pak James Riady dan John Riady mungkin kali ini bisa mengikutiku, Anda yang akan menanggung biayanya. Bisakah aku meminta waktu mereka selama tiga bulan?" ungkap Ara saat melakukan mediasi keluhan konsumen melalui BENAR-PKP bersama Meikarta di Jakarta, Rabu (23/4/2025) malam WIB.

Maka dari itu, lanjutnya, para pengembang wajib mengakhiri kendala yang dihadapi oleh pembeli Meikarta sebelum tanggal 23 Juli 2025. "Saya pikir ini merupakan prestasi yang sangat memuaskan," ungkap Ara.

Dalam proses penyelesaian keluhan konsumen lewat BENAR-PKP tentang Meikarta, Ara mengatur pertemuan antara para pembeli rumah dengan pemimpin dari Lippo Group, yakni James dan John Riady. Program BENAR, singkatan dari "Bantuan Edukasi dan Asistensi Ramah untuk Perlindungan Konsumen Perumahan", adalah layanan komplain terkait hunian yang dirancang oleh Kementerian PKP dan diperkenalkan pada hari Rabu (26 Maret 2025).

Ara mengharapkan agar masalah tersebut dituntaskan secara efisien dan cepat berdasarkan petunjuk Presiden Prabowo Subianto supaya para pembeli bisa mendapatkan unit Meikarta dengan segera. Proses pengumpulan data tentang konsumen Meikarta sedang dilakukan guna menentukan besaran kompensasi yang harus diterima oleh masyarakat konsumen dari pihak Lippo.

Dalam kesempatan serupa, James Riady mengekspresikan penghargaan atas langkah-langkah yang diambil oleh Menteri PKP beserta timnya dalam merenggangkan pertemuan antara dirinya dengan para konsumen. "Saya percaya bahwa Meikarta harus mendengarkan saran dari Bapak Menteri PKP; mestinya mereka terus berkoordinasi dengan beliau. Bagaimana mungkin setelah bertemu semua pihak termasuk Bapak Menteri PKP masih belum ada penyelesaian?" ungkap James.

Selagi itu, pembeli Meikarta bernama Su Fen asal Tangerang dengan senang hati menerima proses musyawarah yang diadakan oleh Menteri PKP tersebut. Dia berkeinginan bahwa permintaan pengembaliannya dalam jumlah penuh akan terpenuhi oleh developer Meikarta. "Alhamdulillah bagus untuk semua hal ini, mudah-mudahan betulan bisa direalisasikan. Saya mengajukan," katanya. refund full ," kata Su Fen.

Berdasarkan catatan dari layanan pengaduan BENAR-PKP yang dimulai sejak peluncuran tanggal 26 Maret hingga 23 April 2025, ditemukan bahwa sekitar 118 warga telah menyuarakan keluhan tentang Masalah Meikarta dengan harapan menemui solusi atas permasalahan mereka. Dari jumlah itu, 102 orang sudah mempersiapkan seluruh persyaratan serta dokumen yang dibutuhkan.

Sedangkan 16 konsumen lainnya belum menyelesaikan proses mereka. Berdasarkan informasi awal dari Direktorat Jenderal Kawasan Permukiman di Kementerian PKP, yang bertindak sebagai penyelenggara layanan keluhan BENAR-P(KP), total dana dari seluruh 102 konsumen mencapai Rp 26,85 miliar.

Link copied to clipboard.